Postingan

Catatan 15 Oktober 2017 Beberapa minggu belakangan, aku dibanjiri pertanyaan yang intinya hanya satu ,"Kamu udah jadian belum sama Ronald ?". Di satu sisi, pertanyaan itu membuatku senang, tapi juga membuatku bingung dan mengembalikan pertanyaan itu ke diriku sendiri. Bagaimana mendefinisikannya ? Ini tidak seperti hubungan pada umumnya. Lalu, dari mana aku harus memulainya ? Pertemanan di kelas, ataukah liburan semester yang aneh ? Titik jelasnya ada di perpustakaan. Itu adalah hari yang sunyi. Di sana hanya ada kami berdua. Melewati sekitar dua jam, semuanya mengalir dalam cerita panjang lebar tentang hidup kami masing-masing. Apa yang coba kututupi, tumpah begitu saja. Ya, aku menyukainya. Baru dalam tahap "menyukai". Tak kusangka, ketakutanku membawaku kepada kemajuan, ketika aku memutuskan untuk jujur, daripada menyimpannya dalam-dalam. Hubungan kami menjadi semakin dekat. Kami sering makan bersama, jalan bersama, dan akhirnya kami mendefinisik...

Catatan 28 Juni 2017

Begurau dengan angin, tentang betapa lucunya sesuatu yang manusia sebut sebagai "cinta". Aku melihat, manusia-manusia itu berurusan dengan diri mereka sendiri. Menyembunyikan dalam-dalam perasaan mereka, seolah-olah jika perasaan itu diketahui maka mereka akan terluka. Beberapa orang tetap nyaman di dalam kesendiriannya. Merasa baik-baik saja dengan dunia yang sepi, dan tersenyum pada kesunyian yang mendampingi mereka. Mereka tidak kesepian. Ya, tidak kesepian. Mereka ingin menyendiri. Bukan kar'na mereka membenci manusia lainnya. Tapi kar'na menyendiri membuat mereka bisa berdamai dengan diri sendiri. Lalu, beberapa orang begitu menggantungkan hidup mereka kepada orang yang lain, yang mereka sebut mencintai mereka dan yang mereka bilang mereka cintai. Tidak ada seharipun lepas dari berkabar atau bertukar pesan. Juga pertemuan yang romantis. Mereka bertengkar, lalu berbaikan. Lalu bertengkar lagi untuk hal yang sama berulang kali. Aku bertanya, apa enaknya h...